“Sinergi antara perusahaan, lembaga pendamping, dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya dampak sosial dan ekonomi yang nyata. Kami mengapresiasi komitmen PTBA yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas agar masyarakat mampu mengelola usahanya secara mandiri,” tegasnya.
Kepala Desa Tegal Rejo, Teguh Priono, juga menilai program ini memberikan manfaat nyata.
“Budidaya itik petelur telah membuka peluang usaha yang menjanjikan dan membantu meningkatkan kesejahteraan warga secara bertahap,” ungkapnya.
Sustainable Community Development Section Head PTBA, Ajis Purnomo, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan sektor peternakan yang memiliki prospek jangka panjang.
“Kami berharap pelatihan ini memperkuat kemampuan anggota kelompok, baik dalam hal pemeliharaan ternak maupun pengelolaan usaha, sehingga usaha ini terus tumbuh dan memberi manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan perkembangan usaha oleh Ketua Kelompok Rimba Farm, Hendri Susilo, yang memaparkan peningkatan kapasitas anggota dan pertumbuhan hasil produksi.
Sesi inti diisi oleh praktisi budidaya itik, Farizal Syarif, yang berbagi ilmu mengenai manajemen pemeliharaan, pengendalian penyakit, hingga strategi pengembangan pasar.
Melalui program ini, PTBA menargetkan Kelompok Rimba Farm berkembang menjadi sentra budidaya unggulan, meningkatkan taraf hidup warga, serta menjadi contoh keberhasilan transformasi ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
Email: corsec@bukitasam.co.id
Situs web: www.ptba.co.id






