Informasi ini muncul melalui grup WhatsApp informasi masyarakat OKU dan disampaikan wartawan RM. Wahyu pada Senin (05/01/2026).
Menurut Wahyu, kendaraan tersebut sudah tidak terlihat selama beberapa waktu, dan dugaan gadai pun muncul.
“Kita tidak mengetahui keberadaan mobil dinas yang dipakai pejabat itu, dan ada indikasi telah digadaikan,” ujarnya.
Upaya menghubungi FRS melalui telepon WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan, sedangkan stafnya menyampaikan pesan dari FRS: “Hal tersebut sudah tersebar di grup, silakan saja tidak apa-apa.”
Namun, ia mengakui tidak mengetahui keberadaannya saat ini.
“Yang jelas, mobil itu dipergunakan FRS untuk tugasnya, tapi kemana arahnya saya tidak tahu,” jelas Iwan.
Masyarakat OKU menilai bahwa kasus ini menunjukkan masih banyak kekurangan dalam kejelasan dan pengawasan pengelolaan aset daerah.
Seperti yang dimulai dengan kekhawatiran tentang aset yang hilang, kasus ini menyoroti kebutuhan mendesak akan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kekayaan daerah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. (Yos/Tim)














