Fasilitas ini terdiri dari 10 titik sumur bor yang difokuskan pada kawasan yang minim sumber air permukaan.
Melengkapi fasilitas sumur bor tersebut, diserahkan pula 2 unit mesin pompa pemanfaat air sungai untuk mendukung sistem pengairan di Desa Tanjung Sari dan Desa Muara Saeh.
Sementara itu, program irigasi air tanah disebar ke Kecamatan Sinar Peninjauan 3 unit, Desa Raksa Jiwa 1 unit, dan Desa Batuputih 1 unit.
Kabar gembira berlanjut melalui alokasi APBN Perubahan 2026, di mana Kabupaten OKU kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 15 unit irigasi.
Tambahan tersebut dibagi untuk menyokong dua sektor krusial, yakni 10 unit untuk sektor tanaman pangan dan 5 unit untuk mendukung sektor hortikultura.
Bupati Teddy Meilwansyah mengapresiasi sinergi yang berjalan harmonis antara Organisasi Perangkat Daerah teknis terkait dengan pemerintah pusat maupun provinsi.
Berkat koordinasi yang solid, usulan kebutuhan fasilitas bagi petani di Kabupaten OKU dapat diakomodasi dengan baik oleh Kementerian Pertanian.
Di akhir penyampaiannya, Bupati mengimbau secara tegas kepada seluruh kelompok tani dan warga yang menerima manfaat agar senantiasa merawat bantuan tersebut.
“Ini adalah aset bersama. Saya minta warga dan kelompok tani menjaga serta merawat fasilitas irigasi ini dengan sebaik-baiknya agar fungsi pemanfaatannya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kami dari jajaran Pemda juga akan terus memantau untuk memastikan seluruh pembangunan fisik irigasi ini berjalan dengan baik di lapangan,” pungkas Teddy.
Infrastruktur adalah jantung pertanian. Di OKU, setiap tetes air yang dialirkan melalui irigasi yang andal adalah harapan panen yang lebih melimpah, biaya usaha yang lebih ringan, dan masa depan yang lebih sejahtera bagi para petani — pahlawan pangan kita. (*/Untung)




