PALI, Radar Keadilan – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus meningkat seiring kemarau panjang.
Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., meninjau langsung Posko Induk Penanggulangan Karhutla di Simpang Bandara, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, pada Rabu (21/10/2026), guna memastikan kesiapan penuh seluruh unsur dalam menghadapi darurat kebakaran yang belum sepenuhnya mereda.
Kedatangan Gubernur sekitar pukul 14.30 WIB disambut jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait.
Dalam kunjungan tersebut, ia memeriksa kesiapan personel, sarana pendukung, serta berkoordinasi menyusun langkah strategis pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terus berulang.
“Penanganan karhutla menuntut kesiapsiagaan tinggi dan sinergi dari semua pihak. Seluruh instansi terkait harus bersatu mencegah api meluas sekaligus meminimalkan dampak bagi masyarakat,” tegas Herman Deru.
Kunjungan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten PALI Kartika Yanti, S.H., M.H., Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., serta unsur TNI dan perangkat daerah terkait.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kabupaten PALI, Ir. Ahmad Hidayat, S.T., M.M., melaporkan bahwa hingga periode 20–21 Oktober 2026, tercatat 7 titik panas terpantau.
Secara kumulatif, terhitung sejak awal musim kemarau, tercatat 203 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terbakar mencapai hampir 600 hektare.
“Sampai hari ini, per tanggal 20–21 Oktober 2026, terpantau tujuh titik panas. Dari 203 kejadian kebakaran yang tercatat, luas lahan yang terbakar diperkirakan mendekati 600 hektare,” ungkap Ahmad Hidayat.
Meski jumlah titik panas di wilayah PALI relatif terbatas, Indeks Standar Pencemar Udara tetap tinggi.









