Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Semangat pengabdian santri kepada bangsa terus mengalir dari masa ke masa. Jika di masa lalu santri turun mempertahankan kemerdekaan, kini perjuangan itu diteruskan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan karakter dan pemberdayaan masyarakat.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis pesantren dan santri sebagai pilar utama pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan strategis ini disampaikan dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung di Pondok Pesantren An Nur, Desa Tebing, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alamsyah, menyampaikan arahan sekaligus harapan Bupati Ogan Komering Ilir H. Muchendi Mahzareki terkait peran santri di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.
“Santri harus mampu tumbuh menjadi generasi yang berilmu luas, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat. Bekal keagamaan harus selaras dan sejalan dengan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi, sehingga santri tidak hanya mampu menjaga nilai-nilai luhur, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Alamsyah saat mewakili Bupati OKI dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut dikemukakan, pesantren memegang peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kokoh secara spiritual sekaligus tangguh dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Oleh karena itu, penguatan dan pengembangan pesantren harus mencakup peningkatan kualitas pendidikan, kemandirian ekonomi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.





