Ketua Panitia Pelaksana, Habib Abdurrahman, menguraikan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan sejumlah lokasi bersejarah di seluruh Palembang.
Pada hari pertama, 6 Februari, ziarah akan dimulai dari pemakaman Al-Habib Ahmad di Masjid Muttaqien, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Rauhah dan Haul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh.
Pada hari kedua, 7 Februari, rombongan akan melakukan ziarah ke pemakaman Auliyah dan Habaib di Telaga Swidak serta Babus Salam As-Seggaf. Malam harinya, Haul Al-Habib Abdurrahman akan digelar secara meriah di Kampung Al-Munawwar.
Puncak kegiatan direncanakan pada hari ketiga, 8 Februari, yang diawali dengan Haul Habib Abdullah dan Habib Abdurrahman di Kampung Sejarah Sei Bayas.
Selanjutnya, rombongan akan melaksanakan Ziarah Kubra ke makam para ulama dan auliya Palembang Darussalam, termasuk makam Al-Habib Pangeran Syarif Ali di Kawah Tengkurep dan Kambang Koci.
Penutupan kegiatan akan ditandai dengan wisata bahari menuju Benteng Kuto Besak untuk melakukan ziarah ke makam Kyai Muara Ogan.
Habib Abdurrahman mengapresiasi dukungan konsisten yang diberikan Pemkot Palembang dari tahun ke tahun.
Menurutnya, sinergi yang erat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan berskala besar ini.
“Dukungan pemerintah daerah sangat berarti agar Haul dan Ziarah Kubra dapat berlangsung tertib, aman, dan membawa manfaat bagi umat,” ucapnya.
Dengan dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Haul dan Ziarah Kubra 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat nilai spiritual bagi seluruh jamaah, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas dalam bidang sosial dan ekonomi bagi Kota Palembang – sesuai dengan tujuan awal sebagai tradisi keagamaan yang juga menjadi daya tarik wisata religi berkelas nasional. (*/Andrian)




