“Kita harus memperkuat literasi digital berbasis Pancasila, membangun kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga, serta mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila sebagai pedoman praktis,” tegasnya.
Webinar yang dipandu oleh Maulana Yusuf Aditya, S.Pd., M.Pd., ini tidak hanya membahas konsep, tetapi juga menampilkan praktik nyata, seperti program gotong royong pendidikan inklusif dan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, menciptakan pertukaran gagasan yang konstruktif.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis HIPPMI dalam mendorong para pendidik untuk menjadi agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pendidik adalah kunci untuk melahirkan generasi emas Indonesia yang berdaya saing tinggi dan berkarakter kebangsaan,” pungkas Dr. Hardika.
HIPPMI terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memperkuat karakter kebangsaan dan menyiapkan generasi emas Indonesia yang berlandaskan Pancasila. (*/Red/Ims)












