Saat ini, warga Jirak Jaya harus melakukan perjalanan jauh ke Kota Sekayu untuk transaksi keuangan, yang meningkatkan risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar.
“Saya telah berdiskusi dengan pihak Bank Sumsel Babel. Meskipun Muba merupakan salah satu pemegang saham terbesar, wilayah ini belum mendapatkan akses layanan bank yang memadai,” jelas Bupati Toha.
Ia berharap pihak perbankan segera membuka kantor cabang atau setidaknya unit layanan untuk memudahkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan kehadiran layanan perbankan, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah besar ke kota,” tambahnya.
Rangkaian perayaan HUT ke-8 ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan lima unit mobil operasional kepada kepala desa di wilayah Jirak Jaya.
Setelah acara, Bupati Toha melanjutkan kunjungan kerja dengan meninjau proyek pembangunan ruas Jalan Jirak–Trans D1 Mekar Jaya yang bernilai anggaran Rp5,7 miliar.
Proyek jalan yang memiliki panjang total 885 meter (dibagi dua segmen masing-masing 450 meter dan 435 meter) direncanakan selesai dalam 40 hari kerja, dengan target akhir Desember 2025.
Ruas jalan dibangun dengan spesifikasi lebar lima meter, ketebalan beton 25 sentimeter, dan mutu beton K-300.
“Kami memastikan pengerjaan berjalan sesuai standar dan jadwal, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Toha.
Dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan upaya peningkatan akses layanan keuangan, pemerintah daerah berharap Jirak Jaya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Muba. (*/Desi)









