“Saya meminta kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan seluruh masyarakat untuk merawat dan menjaga fasilitas ini dengan kesadaran yang tinggi. Jangan sampai bangunan yang sudah begitu baik dan bermanfaat ini menjadi rusak atau tidak terpakai karena kurangnya perawatan bersama,” tambahnya.
Bupati juga mengarahkan seluruh instansi terkait untuk terus membuka peluang kerja sama dan bantuan pengembangan lainnya dari pemerintah pusat.
“Kita harus menyambut baik setiap peluang seperti ini, agar semakin banyak bantuan bisa masuk dan dinikmati masyarakat OKU,” tegasnya.
Spesifikasi Lengkap & Jadwal Penyerahan Fasilitas Siap Guna
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS VIII Sumatera Selatan, Ir. Dian Anggraini, S.T., yang turut mendampingi peninjauan menjelaskan bahwa pembangunan irigasi air tanah ini merupakan bagian dari program nasional yang mencakup 60 titik di 7 Kabupaten/Kota se‑Sumatera Selatan.
Khusus untuk wilayah OKU dibangun 2 titik lengkap terdiri atas Marga Bhakti 1 dan Marga Bhakti 2.
Setiap lokasi telah dilengkapi fasilitas penunjang lengkap: rumah pompa dan ruang mesin, jaringan pipa distribusi air sampai ke lahan, menara penstabilan tekanan, serta sumber energi berupa panel surya dan jaringan PLN dengan kapasitas aliran mencapai 2 liter per detik – cukup mengairi lahan pertanian secara berkelanjutan.
“Saat ini seluruh fasilitas masih dalam masa uji coba dan pemeliharaan sampai akhir bulan September nanti. Kemudian pada bulan Oktober akan dilakukan penyerahan secara resmi kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian untuk dikelola dan langsung dimanfaatkan petani,” jelas Ir. Dian Anggraini.
Turut hadir mendampingi kegiatan ini Anggota DPRD OKU Yoni Risdianto, Asisten III Romson Fitri, Kepala Dinas Kominfo Mirdaili, Kepala Dinas Pertanian Joni Saihu, serta Kepala Bapelitbangda, Kepala DLH, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan instansi terkait lainnya.
Kehadiran irigasi air tanah ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah pusat benar‑benar turun langsung sampai ke lahan petani. Dengan pengelolaan yang baik, kepedulian bersama serta sinergi pemerintah dan masyarakat, program ini bukan hanya mengalirkan air ke sawah tetapi juga mengalirkan harapan baru untuk kemajuan pertanian, kestabilan pangan dan kesejahteraan masyarakat Ogan Komering Ulu secara berkelanjutan. (*/Untung)






