Ia menilai KAHMI memiliki kekuatan pemikiran yang mumpuni untuk mendukung pemerintah merumuskan kebijakan di tengah kompleksitas tantangan pembangunan saat ini.
“Pembangunan tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah. Kami sangat mengharapkan partisipasi KAHMI dalam Musrenbang untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang konstruktif. Keberagaman latar belakang yang dimiliki organisasi ini diyakini mampu memberikan masukan yang bernilai bagi daerah,” tegas Muchendi.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan kesiapan pemerintah untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
KAHMI diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan pemikiran yang objektif, sekaligus menjadi penyejuk yang menghadirkan solusi atas berbagai perbedaan pandangan yang ada.
“Kontribusi pemikiran dari kader dan alumni HMI sangat dibutuhkan untuk menjelaskan dinamika pembangunan maupun isu nasional kepada masyarakat. KAHMI kami harapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan solutif,” ujarnya.
Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Selatan H. Joncik Muhammad mengingatkan agar organisasi senantiasa menjaga relevansi perannya seiring berjalannya waktu dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas dalam kehidupan bermasyarakat.
“KAHMI harus menjadi kekuatan yang bermanfaat. Saat terjadi perpecahan, KAHMI hadir sebagai penyejuk. Ketika ada perbedaan, kami hadir sebagai jembatan. Dan saat menghadapi kebuntuan, kami hadir membawa solusi,” tandas Joncik.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi MD KAHMI OKI untuk memperkokoh perannya bukan hanya sebagai wadah persaudaraan alumni, melainkan sebagai mitra andal yang mengawal pembangunan daerah melalui pemikiran kritis yang membangun serta kolaborasi yang erat dengan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. (*/Heri)




