Palembang, Radar Keadilan – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) malam takbiran Idul Fitri 1447 H di wilayah Sumatera Selatan tercatat aman dan terkendali, dengan total 4.303 personel yang disiagakan secara penuh untuk mengawal seluruh kegiatan perayaan.

Penegasan ini disampaikan dalam forum koordinasi nasional melalui video conference bersama Kapolri pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Personel yang terdiri dari jajaran Polri dan dukungan lintas instansi ditempatkan di 73 pos pengamanan, yang mencakup pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu.
Pengamanan khusus difokuskan pada 26 titik kumpul masyarakat dengan kekuatan 2.399 personel, memastikan setiap aktivitas berjalan dengan tertib dan tanpa hambatan.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menegaskan komitmen penuh terhadap kesiapan jajaran:
“Seluruh personel harus tetap siaga tanpa lengah. Setiap pos berperan sebagai pusat pelayanan publik, dan setiap anggota berperan sebagai pelindung yang handal bagi masyarakat.”
Polda Sumsel juga mencatat tren positif dalam pengendalian gangguan kamtibmas selama Operasi Ketupat Musi 2026.
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menurun signifikan sebesar 57 persen, sementara kasus narkoba juga menunjukkan penurunan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, peningkatan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) menjadi fokus perbaikan, sehingga patroli dan pengawasan di titik rawan terus diperkuat secara intensif.
Dalam pelaksanaan lapangan, institusi menghadapi berbagai tantangan seperti kendaraan mogok, truk terguling, dan antrean panjang di jalur lintas.
Seluruh kendala tersebut berhasil ditangani dengan langkah cepat melalui evakuasi, pengalihan arus, dan penerapan rekayasa lalu lintas yang dinamis.





