“Tugas polisi saat ini fokus pada pelayanan kepada warga. Kita hadir untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Jangan pernah menyakiti hati rakyat, karena pengabdian terbaik kita adalah saat masyarakat merasa dilayani dan dilindungi,” tegas Sandi Nugroho dengan tegas.

Pendekatan humanis ini dinilai sangat efektif untuk meminimalisir potensi gesekan sosial serta memperkuat ikatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Ketika keamanan dan ketertiban terjaga dengan cara yang baik, maka iklim yang kondusif bagi percepatan pembangunan ekonomi dan sosial akan tercipta secara alami.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya internalisasi budaya kerja di seluruh jajaran.
“Kami memastikan setiap anggota memiliki kesadaran penuh bahwa tugas kepolisian adalah pengabdian. Pendekatan humanis dan persuasif menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Nandang.
Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip pelayanan yang beretika dan humanis di seluruh tingkatan organisasi.

Langkah ini menjadi bukti nyata transformasi menuju Polri yang semakin profesional, modern, dan benar-benar hadir sebagai pelindung serta pelayan masyarakat yang terpercaya. (*/Andrian)







