Kontingen Kecamatan Kota Kayuagung, misalnya, mengusung tema adat Morge Siwe lengkap dengan kostum dan kereta juli yang diarak keliling kota, mendapatkan perhatian khusus dari penonton.

Kendaraan hias dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut memeriahkan karnaval dengan menampilkan berbagai produk layanan dan hasil pembangunan.
Laila, seorang warga Teluk Gelam, mengaku selalu antusias menantikan acara karnaval setiap tahunnya.
“Ini acara agustusan yang paling saya tunggu. Selain senang melihat paradenya, saya juga bisa menambah wawasan tentang keragaman seni budaya OKI,” ungkapnya.
UMKM Lokal Semakin Bergairah dengan Peningkatan Penjualan
Tidak hanya menyajikan panggung budaya, karnaval ini juga menghidupkan perekonomian lokal melalui bazar UMKM yang digelar di Gedung Kesenian Kayuagung. Berbagai produk lokal, mulai dari kuliner hingga kerajinan kreatif, menarik perhatian pengunjung.

Bazar ini menjadi wadah promosi dan pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha mikro di OKI. Ramainya pengunjung dari dalam dan luar kota Kayuagung memberikan dampak positif bagi geliat perekonomian lokal.
“Alhamdulillah, penjualan meningkat pesat selama acara berlangsung. Banyak pengunjung dari luar Kayuagung yang berbelanja,” kata Sulastri, seorang pelaku UMKM kuliner lokal di kawasan taman kota Kayuagung, dengan wajah sumringah.
Karnaval Budaya OKI tahun ini bukan hanya menjadi perayaan kemerdekaan yang meriah, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas budaya Nusantara dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam acara ini menjadi modal penting untuk membangun OKI yang lebih maju dan sejahtera. (*/Red)










