Herry menekankan bahwa jurnalisme profesional mengharuskan konfirmasi dan pengujian informasi, serta penerapan prinsip cover both sides guna memastikan masyarakat memperoleh data yang valid dan terpercaya.
Apalagi, Program MBG saat ini tengah menjadi sorotan publik menyusul meluasnya kasus keracunan di berbagai daerah yang ramai diberitakan media.
Menyikapi peristiwa yang dialami Diana Valencia, SWI dengan tegas menyampaikan sikapnya:
- Pembungkaman Pers: Tindakan pencabutan ID Liputan Istana diinterpretasikan sebagai upaya nyata untuk membungkam kemerdekaan pers, yang merupakan pilar demokrasi.
- Jurnalisme Terdistorsi: SWI mengkhawatirkan bahwa cara-cara seperti ini dapat mendorong wartawan Istana hanya berfungsi sebagai penyampai pesan pemerintah, mengikis fungsi kontrol sosial pers.
- Kemitraan dan Kontrol Sosial: SWI menyerukan agar semua pihak memposisikan pers sebagai mitra strategis, kontrol sosial, pengawas pemerintah, dan penyampai informasi akurat yang vital bagi masyarakat.
Berdasarkan berbagai pemberitaan yang beredar, Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden mencabut kartu liputan Diana Valencia karena keberatan atas pertanyaan terkait MBG, dengan dalih pertanyaan tersebut “di luar konteks”.
Tanpa kartu liputan Istana, seorang jurnalis secara efektif terhalang untuk menjalankan tugas peliputan di lingkungan Istana Kepresidenan, membatasi akses publik terhadap informasi penting.
Insiden ini menjadi pengingat tajam akan pentingnya menjaga ruang bagi jurnalisme investigatif dan kritis demi terwujudnya transparansi dan akuntabilitas. (*/HUM SWI)









