Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan keseriusan Pemerintah Provinsi dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan program strategis nasional melalui sinergi yang kokoh antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas penerapannya di daerah. Oleh karenanya, Pemprov Sumsel secara konsisten melakukan pembinaan, koordinasi, hingga pengawasan terhadap seluruh kabupaten dan kota,” tegas Cik Ujang.
Ia menambahkan, seluruh arah pembangunan di Sumatera Selatan berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.
Cik Ujang pun memaparkan sejumlah capaian penting yang berhasil diraih daerah, antara lain pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,35 persen secara tahunan dan tetap stabil di angka 5,34 persen pada triwulan I tahun 2026.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,85 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,59 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat signifikan menjadi 74,76.
Meski demikian, Cik Ujang mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diatasi, mulai dari percepatan penyusunan RDTR, penyatuan data spasial, penyelesaian konflik agraria lintas sektor, hingga penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengendalikan pemanfaatan ruang.
Atas dasar hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengharapkan dukungan penuh dari DPR RI bersinergi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk memperkuat landasan regulasi serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan agraria dan tata ruang di wilayah Sumatera Selatan.
Sinergi antarlembaga menjadi kunci utama agar seluruh perencanaan pembangunan dapat berjalan teratur, memberikan keadilan bagi masyarakat, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh daerah. (*/Andrian)





