Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melanda wilayah Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejak Selasa (26/5) malam.
Kondisi kritis ini berlanjut hingga Rabu (27/5), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, memicu kepanikan dan keluhan luas dari masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan energi tersebut untuk menunjang aktivitas harian maupun perayaan hari besar.
Situasi paling menonjol terjadi di SPBU 24.306.30 yang berlokasi di pusat Kota Kayuagung.
Unit pengisian bahan bakar yang selama ini dikenal beroperasi penuh selama 24 jam dan menjadi tumpuan utama warga, mendadak memasang pemberitahuan penutupan layanan.
Langkah ini diambil pihak pengelola dikarenakan stok BBM jenis bersubsidi telah habis total dan belum mendapatkan pasokan tambahan hingga berita ini diturunkan.
Fenomena ini semakin memberatkan masyarakat lantaran penjualan BBM eceran juga turut terhenti, membuat akses bahan bakar menjadi nyaris mustahil didapatkan.
Kekosongan pasokan ini berdampak langsung dan melumpuhkan roda ekonomi serta mobilitas warga.
Arus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, terlihat berkerumun di sekitar lokasi sebelum akhirnya harus pergi kecewa karena tidak dapat mengisi bahan bakar.










