Ogan Komering Ilir, RK.com – Penjabat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Asmar Wijaya mengenalkan 4 (empat) inovasi Pemkab OKI untuk pengendalian inflasi. Terobosan tersebut antara lain, Perjaka, Bismilah, Balap Becak dan Midang.
Perjaka atau Perusahaan Menjaga Keterjangkaun Harga merupakan bentuk kerjasama Pemkab OKI dengan perusahaan/Swasta melalui Forum CSR untuk mensubsidi komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Lalu ada pula Bismillah atau Baznas Isi Subsidi melalui Amal Ibadah, yaitu penyaluran zakat, infak dari Baznas OKI untuk mensubsibidi komoditas pada pasar murah.
Kemudian Balap Becak yakni bantuan langsung bertanam cabe serentak yakni gerakan menam cabe oleh kecamatan dan desa yang didukung melalui dana kecamatan dan dana desa dengan binaan langsung Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di setiap kecamatan.

Dan terakhir adalah aplikasi Midang (Monitoring Harga dan Kebutuhan Pokok dan Barang Penting) berupa pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau harga ditingkat pasar kerjasama Dinas Perdagangan dan Dinas Komunikasi Informatika OKI.
“Karena kabupaten ditetapkan sebagai salah satu dasar penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) kami harus memantapkan sinergi dan inovasi pengendalian inflasi,” Ujar Pj. Bupati OKI, Ir. Asmar Wijaya, M. Si pada Launching Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Se-Sumatera Selatan Selatan (GPISS) bersamaan dengan Operasi Pasar Murah dilakukan secara serentak di Kabupaten dan Kota dalam wilayah Sumatera Selatan oleh Penjabat Gubernur Sumsel, A. Fatoni, Senin, (29/1/2024).






