“Ada perputaran ekonomi yang signifikan dalam setiap kegiatan yang kita selenggarakan. Ini sangat berpengaruh bagi pelaku usaha, terutama UMKM. Ketika ada acara, otomatis banyak transaksi terjadi,” tegas Bupati.
Ia menambahkan bahwa peningkatan pendapatan pelaku usaha menjadi salah satu indikator kesuksesan acara.
“Jika tidak ada event, penghasilan pasti berbeda dibandingkan saat kegiatan berlangsung,” jelasnya.

“Kita berharap, kegiatan ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya dalam perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan budaya,” harap Bupati.
Lestarikan Budaya, Jaga Kebersihan Lingkungan
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan selama acara berlangsung.
“Setiap kegiatan pasti menghasilkan sampah. Setelah acara selesai, kita harapkan semuanya kembali bersih,” tuturnya.
Menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama agar lokasi kegiatan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Ke depan, kita akan terus berupaya memperbaiki setiap kegiatan agar penyelenggaraannya semakin maksimal,” pungkasnya.
Lomba Bidar bukan sekadar ajang adu kecepatan, tetapi juga perwujudan semangat gotong royong dan pelestarian budaya yang menjadi identitas Kabupaten OKI.
Dengan dampak ekonomi yang signifikan, acara ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. (*/Red)











