“Kalau tidak segera diperbaiki, hasil bumi warga tidak bisa keluar dan tidak ada jalan lain,” tegasnya.
Gerakan gotong royong ini tidak lepas dari dukungan Anggota DPRD OKU, Muhammad Abdul Gofur, yang bertindak sebagai penggerak sekaligus menjembatani bantuan alat berat dari PT Pertamina Hulu Energi.
Saat dikonfirmasi terpisah, Politisi Partai Gerindra ini memaparkan alasan di balik langkah swadaya tersebut.
Ia mengaku telah memperjuangkan aspirasi warga, namun pada tahun 2026 ini, tidak ada alokasi khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) OKU yang ditujukan untuk perbaikan jalan di wilayah Dapil IV.
“Kami sudah memperjuangkan usulan warga, namun di tahun 2026 ini Dapil IV OKU yang meliputi Kecamatan Peninjauan, Sinar Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya yang terdiri dari 30 desa hanya dianggarkan Rp 400 juta, itupun bukan untuk perbaikan jalan,” beber Gofur.
Lebih lanjut dijelaskan, anggaran sebesar itu dialokasikan untuk fungsi lain. Sebanyak Rp 200 juta diperuntukkan bagi pembangunan siring atau saluran air di Desa Makartitama, dan sisanya Rp 200 juta untuk Desa Srimulya.
Minimnya anggaran daerah serta efisiensi keuangan dari pusat menjadi faktor utama terbatasnya dana untuk infrastruktur jalan tahun ini.
“Kalau mau menunggu anggaran Pemkab OKU, aktivitas warga bisa terhambat bahkan lumpuh total. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat lima desa ini. Semoga dengan perbaikan ini, transportasi pengangkutan hasil bumi kembali lancar dan ekonomi warga terangkat,” tutupnya. (*SMSI OKU)














