Melihat Perawatan Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Padang Sugihan

Melihat Perawatan Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Padang Sugihan

Ogan Komering Ilir, RK. com – Di tengah tantangan keberlangsungan hidup gajah Sumatera, langkah-langkah konservasi di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Padang Sugihan menjadi terang dalam  ancaman kepunahan.

Dari pemeriksaan kesehatan rutin hingga program pemulihan habitat, merupakan tindakan  berharga dalam memastikan masa depan yang cerah bagi spesies ini.

Dua tahun terakhir Drh. Wahyu Tri Utomo diminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel merawat puluhan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan Sumsel. Dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI ini diminta keahliannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian suplemen, vitamin dan obat-obatan.

Ket. Pusat konservasi Gajah Sumatera, Padang Sugihan. Rabu, (8/5/2024).
Photo Dok : Diskominfo OKI, Radarkeadilan.com

Merawat Gajah Layaknya Manusia

Layaknya manusia, mamalia besar ini juga perlu diperhatikan kesehatannya melalui pemeriksaan rutin.

“Tugas saya  melakukan tindakan medis, mulai dari perawatan, pengobatan, hingga pencegahan penyakit, terhadap gajah jinak di sana,” Ujar Wahyu melalui sambungan Telpon. Rabu, (8/5/2024).

“Intinya,  memastikan bahwa gajah-gajah di Padang Sugihan ini dalam keadaan sehat dan sejahtera. Namun, jika ada gajah liar yang sakit, bersama-sama Tim  BKSDA  juga ikut membantu mengobati,” Ujarnya.

Merawat gajah bukan perkara mudah. Mendiagnosis penyakit pada gajah tidak semudah mendiagnosis penyakit pada hewan lainnya. Pada gajah, gejala baru akan muncul saat kondisi sudah parah.

“Tubuhnya lemah, jalannya lunglai, mata sayu, nafsu makan berkurang. Tidak hanya itu, jumlah kotoran berkurang dari biasanya. Kadang juga diare. Pemeriksaan kesehatan harus rutin dan segera dilakukan,” ujar Wahyu.

Bahkan jika gejala berlanjut, harus juga dengan cek laboratorium darah, feses, dan urin.

Baca Juga :  Kemendagri Perpanjang Masa Jabatan Pj Bupati OKI, Hingga Kepala Daerah Terpilih Dilantik

Kerjasama dengan mahout terang dia sangat penting untuk mengetahui riwayat kesehatan gajah.

“Pastinya, kami akan bertanya ke mahout, apa yang dimakan gajah asuhannya beberapa hari terakhir. Bagaimana nafsu makan minumnya, tingkah laku, kondisi feses dan urin serta catatan medis lain pendukung untuk memastikan riwayat keseharian,” Urai pria lulusan Pendidikan Dokter Hewan Universitas Udayana Bali itu.

Selain itu, tambahnya kesehatan seekor gajah tidak semata tergantung pada gajahnya saja, melainkan juga pada lingkungannya. Semakin berkurang (atau mengecil) habitatnya, nutrisi yang tersedia akan semakin sedikit. Alhasil, gajah harus disuplai dengan suplemen buatan manusia.

Hewan Cerdas, Manja dan Jahil

banner"300x300"title"300x300"