
Kemudahan akses pelaksanaan Ngaben massal ini juga dinilai penting, mengingat biaya yang relatif murah tanpa harus pergi ke Bali.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut hadir, memuji kerukunan antarumat beragama di OKI dan Sumatera Selatan secara umum.

“Sumsel nyaris tidak terdengar ada konflik berbau SARA,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejarah migrasi masyarakat Bali ke Sumsel sejak tahun 1960-an, dan menekankan pentingnya pelestarian tradisi Ngaben sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Bupati OKI, H. Muchendi, menambahkan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan peribadatan dan pelestarian budaya di daerahnya yang kaya akan keragaman. Ia mengapresiasi gotong royong warga Desa Tugu Mulyo dalam mensukseskan acara ini.
Kehadiran Kapolda Sumsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Aminton Manurung, Kepala Kejaksaan Negeri OKI Sumantri SH, anggota DPRD Sumsel Made Indrawan, dan jajaran Forkopimda OKI semakin menegaskan dukungan pemerintah dan aparat keamanan terhadap pelaksanaan upacara Ngaben massal ini.
Kepala Kejaksaan Negeri OKI, Sumantri SH, menilai kegiatan ini sebagai model sukses pelestarian warisan budaya dan bentuk nyata dukungan terhadap keberagaman dan persatuan nasional. (*/Red)













