Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Kasus penganiayaan yang menimpa Kepala Desa (Kades) Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Komarudin, S.E., M.M., bersama saudaranya, Zainal Abidin, memicu reaksi keras dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jauhari A Karim, A.Ma.
Insiden yang diduga melibatkan oknum anggota TNI dan keamanan perusahaan di area PT Buluh Cawang Plantation (BCP) Blok 8 pada Minggu (19/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB ini, mendapat perhatian serius dari wakil rakyat tersebut.
“Jika terbukti ada oknum karyawan perusahaan yang terlibat, baik memfasilitasi maupun memprovokasi, kami tidak akan tinggal diam. Sebagai wakil rakyat, saya akan membawa persoalan ini ke jalur hukum,” tegas Jauhari, yang akrab disapa Mas Joe, pada Selasa (21/10/2025).
Tidak hanya itu, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini juga akan menyoroti aspek administrasi dan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan, serta kewajiban terkait plasma.
“Akan kita pelajari lebih dalam mengenai hal ini,” tambahnya.
Mas Joe juga mendesak Denpom Kodam II/Sriwijaya untuk segera bertindak dan menindaklanjuti kasus ini dengan serius, terkait dugaan keterlibatan oknum TNI.
“Kami dari DPRD Provinsi Sumatera Selatan meminta Ketua untuk memfasilitasi pertemuan dengan Pangdam Sriwijaya guna mengadukan kasus ini,” ujarnya.
Menurut keterangan Komarudin, penganiayaan bermula saat ia menerima laporan dari warga tentang penangkapan salah seorang warga di area PT Wirmar.
Sebagai Kades, ia mendatangi lokasi untuk mengklarifikasi informasi tersebut.










