Adapun penyebab gangguan ini bermula dari kerusakan pada perangkat trafo cadangan milik PLN di Simpang Raja yang telah diganti, namun mengalami kerusakan kembali.
“Pertama-tama, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas terhentinya pasokan air. Saat ini kami bersinergi dengan pihak terkait untuk bekerja secepat mungkin memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa pihaknya bersikap transparan terkait kondisi teknis yang terjadi. Ia juga menepis isu mengenai adanya rekayasa atau tindakan sabotase terhadap instalasi perusahaan.
“PDAM tidak menutup-nutupi informasi apapun. Tegas kami sampaikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan, rekayasa, atau sabotase dalam insiden ini. Oleh karena itu, kami memohon kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan dan normalisasi terus dilakukan secara maksimal agar pelayanan dapat kembali beroperasi seperti sedia kala dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi kembali dengan optimal. (*/Nandar)








