PALI, Radar Keadilan – Gangguan pasokan air bersih yang terjadi selama satu pekan terakhir di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memicu respons cepat dari manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pali Anugerah.
Sebagai langkah mitigasi dan tanggung jawab sosial selama masa perbaikan, pihak perusahaan mendistribusikan bantuan air bersih ke setiap kelurahan yang terdampak.
Dalam upaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, Direktur PDAM Tirta Pali Anugerah, Adi Nugraha S.T., menginstruksikan penyaluran bantuan melalui armada tangki dan pemberian bantuan langsung berupa dua drum air bersih secara cuma-cuma bagi setiap pelanggan.
“Kami bertindak cepat dengan memaksimalkan seluruh armada tangki yang tersedia, baik milik internal PDAM maupun dukungan dari BPBD serta Damkar. Kami berkoordinasi erat dengan para Lurah dan Ketua RT untuk menjangkau hingga ke daerah-daerah yang letaknya lebih jauh,” tegas Adi Nugraha, Selasa (05/05/2026).
Manajemen PDAM juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat terhentinya aliran air PAM.
Adapun penyebab gangguan ini bermula dari kerusakan pada perangkat trafo cadangan milik PLN di Simpang Raja yang telah diganti, namun mengalami kerusakan kembali.
“Pertama-tama, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas terhentinya pasokan air. Saat ini kami bersinergi dengan pihak terkait untuk bekerja secepat mungkin memperbaiki kerusakan yang terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa pihaknya bersikap transparan terkait kondisi teknis yang terjadi. Ia juga menepis isu mengenai adanya rekayasa atau tindakan sabotase terhadap instalasi perusahaan.
“PDAM tidak menutup-nutupi informasi apapun. Tegas kami sampaikan bahwa tidak ada unsur kesengajaan, rekayasa, atau sabotase dalam insiden ini. Oleh karena itu, kami memohon kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan dan normalisasi terus dilakukan secara maksimal agar pelayanan dapat kembali beroperasi seperti sedia kala dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi kembali dengan optimal. (*/Nandar)












