Pemerintah OKI Dukung Perluasan Serat Optik Telkom, 20 BTS Air Sugihan Bakal Lebih Cepat dan Stabil

Pemerintah OKI Dukung Perluasan Serat Optik Telkom, 20 BTS Air Sugihan Bakal Lebih Cepat dan Stabil

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) aktif mendukung inisiatif PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam memperluas jaringan serat optik di Kecamatan Air Sugihan.

Pengembangan infrastruktur digital ini bertujuan memperkuat konektivitas antar-menara Base Transceiver Station (BTS), yang sebelumnya bergantung sepenuhnya pada transmisi radio IP dengan kondisi kapasitas telah melebihi batas.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Proyek fiberisasi diharapkan meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi secara signifikan di wilayah perairan dan rawa OKI.

Integrasi dengan jaringan serat optik akan mempercepat dan menstabilkan transmisi data antar-BTS, sekaligus menjadi pijakan utama percepatan program digitalisasi di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, mengungkapkan terdapat 20 titik lokasi BTS di Kecamatan Air Sugihan yang masih menggunakan sistem transmisi radio IP.

Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan kapasitas yang berdampak langsung pada kelambatan layanan internet di wilayah tersebut.

“Data dari Telkomsel menunjukkan 20 site BTS di kecamatan ini beroperasi dengan transmisi IP radio dan telah mengalami over capacity. Kondisi ini membuat jaringan menjadi lambat dan tidak stabil. Melalui penerapan serat optik, kami harap layanan internet menjadi lebih cepat, minim gangguan, serta mengurangi masalah buffering maupun lag,” ujar Adi saat melakukan tinjauan langsung terhadap pembangunan kabel serat optik di Air Sugihan pada Selasa (10/2/2026).

Pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi aktif operator telekomunikasi dalam pembangunan infrastruktur digital di OKI.

Sebagai kabupaten dengan bentang geografis luas yang sebagian besar terdiri dari wilayah perairan dan rawa, kualitas sinyal telekomunikasi hingga saat ini belum tersebar merata di seluruh daerah.

Saat ini masih terdapat 47 titik blank spot dan puluhan desa yang menghadapi masalah kualitas sinyal lemah.