“Kami berupaya keras menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Semoga langkah ini dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat dan menjaga keseimbangan ekonomi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan bahwa sejumlah komoditas strategis telah ditetapkan dengan harga jual di bawah nilai pasar melalui skema subsidi pemerintah daerah.
Langkah ini diambil secara terarah untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan menjaga keterjangkauan harga pangan.
Berikut rincian penyesuaian harga yang diterapkan dalam kegiatan ini:
- Beras kemasan 5 kilogram, dari Rp60.000 menjadi Rp55.000
- Daging ayam, dari Rp38.000 menjadi Rp33.000 per kilogram
- Minyak goreng, dari Rp22.000 menjadi Rp17.000 per liter
- Telur ayam, dari Rp27.000 menjadi Rp22.000 per kilogram
- Cabai merah dijual seharga Rp45.000 per kilogram
- Bawang merah dijual seharga Rp40.000 per kilogram
- Bawang putih dijual seharga Rp25.000 per kilogram

“Komoditas yang disubsidi meliputi kebutuhan utama masyarakat. Harga yang kami tawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar saat ini. Kami optimis langkah ini efektif menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” tegas Sahrul.
Dengan terselenggaranya gerakan ini, diharapkan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga menjelang Idul Adha dapat diredam.
Kehadiran pemerintah melalui operasi pasar murah ini menjadi penyeimbang pasar yang efektif, memastikan setiap warga dapat merayakan hari raya dengan kebutuhan terpenuhi dan kondisi ekonomi yang tetap kondusif, sejahtera, dan stabil. (*/Heri)










