“Hari ini kita laksanakan penanaman bibit sawit dan pemberian benih ikan lele. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” papar Bupati Toha.
Optimalisasi aset daerah berperan ganda secara edukatif: mengamankan aset agar tidak terbengkalai atau disalahgunakan, serta meningkatkan nilai ekonomi melalui pemanfaatan produktif yang menghasilkan pendapatan.
“Program ini tidak hanya menjaga keamanan aset, tetapi juga meningkatkan nilai guna sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas,” jelas Riki.
Pemkab Muba merencanakan perluasan program serupa hingga tingkat desa. Setiap desa didorong memanfaatkan lahan kosong minimal 5–10 hektare untuk menanam komoditas produktif seperti kelapa sawit atau tanaman pangan lainnya.
“Kita tekankan bahwa lahan sekecil apa pun dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penanaman sayuran di pekarangan rumah dapat memenuhi konsumsi keluarga sendiri sekaligus mengurangi pengeluaran bulanan,” ungkap Bupati Toha.
Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, antara lain Asisten III Setda Muba Drs H RE Aidil Fitri, M.Si, Kepala Dinas Perikanan Sunaryo S.STP., MM, Kepala Dinas Perkebunan Drs Bustanul Arifin, serta perwakilan dari Polres Muba dan Politeknik Sekayu.














