Pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi multisektoral dengan distributor dan seluruh instansi terkait untuk memastikan jalur pasokan tetap aman, lancar, dan terkontrol dengan baik.
“Permintaan kebutuhan pokok selalu meningkat signifikan menjelang Ramadhan. Oleh karena itu kami melaksanakan langkah antisipasi jauh-jauh hari. Jika diperlukan, cakupan operasi pasar murah akan diperluas dan pengawasan terhadap jalur distribusi akan diperketat secara maksimal agar tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali,” jelasnya.
Sebagai bentuk intervensi langsung dan nyata bagi masyarakat, Pemkab OKI menyelenggarakan operasi pasar murah dengan menyediakan berbagai komoditas esensial bersubsidi.
Komoditas yang disediakan meliputi paket minyak goreng dan beras, daging ayam ras, telur ayam, cabai merah, serta bawang merah.
Program ini mendapatkan respon positif dan antusias dari masyarakat, yang segera memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dan stabil.
Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi komprehensif pengendalian inflasi daerah, khususnya pada periode menjelang hari besar keagamaan yang selalu diikuti dengan peningkatan volume konsumsi masyarakat.
Pemkab OKI menegaskan komitmen untuk terus melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap pergerakan harga dan mengambil tindakan cepat serta tepat guna menanggapi setiap potensi gejolak yang muncul di pasar.
Dengan langkah preventif yang terstruktur melalui inspeksi pasar dan operasi pasar murah, Pemkab OKI berharap stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga secara optimal.

Tujuan utama seluruh upaya ini adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, khusyuk, dan tidak terbebani oleh beban ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. (*/HS)









