Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Wabup OKU Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia di Tengah Kemajuan Era Digital

Peringatan Maulid Nabi 1448 H: Wabup OKU Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia di Tengah Kemajuan Era Digital

AGAMA, Berita, OKU, SOSIAL2163 Dilihat
banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90" banner"468x90"title"468x90"

Selanjutnya, Marjito menyerukan pengokohan tiga pilar persaudaraan: ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

Perbedaan pandangan, pilihan, maupun latar belakang hidup jangan dijadikan sekat pemutus persaudaraan, melainkan kekayaan yang saling melengkapi.

banner"300x250"title"300x250" banner"300x250"title"300x250"

“Kita harus mampu membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati, saling membantu, dan saling menguatkan,” ucapnya tegas.

Peran masjid juga mendapat sorotan penting dalam arahan tersebut. Masjid tidak semata tempat sujud beribadah, melainkan pusat pembinaan umat, pengikat persaudaraan, sarana kepedulian sosial, serta kawah candradimuka pembentuk generasi muda yang religius dan berkarakter mulia.

Di penghujung pesannya, Marjito menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pendiri, pengurus masjid, panitia pelaksana, para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang bersinergi menyukseskan kegiatan.

Harapannya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menumbuhkan kecintaan yang makin mendalam kepada Baginda Rasul, mendorong pengamalan sunnah serta akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kecintaan kita kepada Rasulullah SAW semakin kuat dan semoga kita semua mendapatkan syafaat beliau di yaumil akhir kelak,” pungkasnya penuh harap.

Turut hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Tenaga Kerja Drs. Ahmad Firdaus, Kepala Dinas Sosial Ir. Iwarman, S.T., M.Eng., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Monang, serta jajaran pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah Masjid As-Sajadah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi pengingat bahwa di mana pun dan kapan pun berada — teknologi secanggih apa pun dimanfaatkan — akhlak mulia senantiasa menjadi pelita utama yang tak boleh padam.

Dari Baturaja, pesan damai Rasulullah kembali berkumandang: maju bersama zaman, teguh berpegang teguh pada jalan kebenaran, dan persaudaraan abadi sebagai pondasi kokoh kehidupan bersama. (*/Untung)

banner"728x90"title"728x90" banner"728x90"title"728x90"