Pemkab OKU sendiri telah bergerak aktif menyusun langkah mitigasi bersama berbagai lembaga, termasuk BRIN, BNPB, dan IPB. Sejumlah upaya konkret telah dan sedang disiapkan, antara lain pemasangan sistem peringatan dini berupa alat pendeteksi kenaikan debit air sungai yang terintegrasi dengan Command Center, penentuan dan pembenahan jalur evakuasi, kesiapan dapur umum, serta perencanaan pembangunan kolam retensi di kawasan Ogan Mati.
“Kita tentu tidak berharap bencana terjadi. Namun, berbagai langkah antisipatif harus sudah kita siapkan sejak dini guna meminimalkan risiko dan memitigasi dampaknya,” ujarnya.
Bupati berharap seminar yang akan diselenggarakan BPMS mampu melahirkan rekomendasi yang berbasis penelitian dan kajian komprehensif, sehingga menjadi masukan berharga bagi Pemkab OKU dalam menyusun kebijakan penanganan banjir yang lebih efektif ke depan.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pengurus BPMS, yakni Pembina Dr. Chairuman, Wakil Ketua Drs. Taufik Syahrial, Bendahara dr. H. Letizia Syarif, dan Anggota Ir. H. Zainal Arifin, serta Rektor Universitas Baturaja Ir. Lindawati MZ.
Sementara dari Pemkab OKU, hadir Asisten II Setda OKU Nanang Nurzaman, Kalaksa BPBD Drs. Januar Efendi, Kepala DLH Brigman, Kepala Dinas Perkim Muzaim Aliansya, Sekretaris Bapelitbangda Hanom Setiawan, dan pejabat terkait lainnya.
Semoga kolaborasi antarlembaga ini menjadi langkah awal yang lebih kokoh dalam menjawab tantangan banjir di Kabupaten OKU demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. (*/Untung)




