Banten, Radar Keadilan – Peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra strategis negara mendapatkan penegasan tegas dalam era transformasi lanskap informasi yang didorong oleh kemajuan teknologi digital.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di Banten pada hari Selasa, dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” yang mencerminkan pandangan pemerintah tentang hubungan sinergis antara keberlanjutan demokrasi dan kedaulatan ekonomi dengan ekosistem pers yang independen serta berdaya saing.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar membacakan sambutan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam acara tersebut.
Ia menyatakan bahwa pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi yang akurat, tetapi juga menjadi penentu utama kualitas ruang publik yang konstruktif dan berbasis fakta.

“Pers tidak sekadar berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga penentu kualitas ruang publik,” ujar Muhaimin dalam sambutan yang dibacakannya.
Di tengah dominasi algoritma yang menggerakkan aliran informasi di media sosial, ia mengingatkan bahwa profesionalisme dan etika jurnalistik menjadi benteng tak tergantikan untuk mencegah arus informasi terjebak pada sensasi yang tidak berdasar, penyebaran disinformasi, maupun polarisasi masyarakat yang merusak keharmonisan bangsa.
Pemerintah memandang pers memiliki posisi strategis yang krusial dalam agenda pembangunan nasional.








