Persoalkan Etika dan Kepedulian, SWI OKI Kritik Sikap Salah Satu OPD Pemerintah Kabupaten OKI

Persoalkan Etika dan Kepedulian, SWI OKI Kritik Sikap Salah Satu OPD Pemerintah Kabupaten OKI

Berita, HUKUM, OKI, PEMERINTAHAN2624 Dilihat

Sebagai sikap tegas dalam menjaga harga diri serta kehormatan profesi jurnalistik yang mulia, DPD SWI OKI akhirnya memutuskan untuk menolak penerimaan bantuan tersebut.

Keputusan ini diambil bukan semata-mata karena nilai yang diberikan, melainkan sebagai penegasan bahwa pers tidak dapat dinilai hanya dari sisi materi, melainkan dari pengakuan atas peran dan tanggung jawab yang diemban.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

DPD SWI OKI menegaskan dengan tegas bahwa wartawan bukanlah sekadar pelengkap dalam setiap kegiatan seremonial pemerintahan, melainkan pilar penting yang berfungsi menjaga keterbukaan informasi, melakukan pengawasan sosial secara konstruktif, serta menjaga kelangsungan kehidupan demokrasi yang sehat dan berkeadilan di daerah.

Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan hubungan kemitraan yang harmonis, saling menghargai, serta saling mendukung antara unsur pemerintahan dan insan pers agar tercipta iklim kerja yang kondusif.

Momentum peringatan Hari Pers Sedunia 2026 sepatutnya menjadi cerminan sekaligus titik tolak pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten OKI, untuk semakin memperkuat jaminan kebebasan pers, meningkatkan standar profesionalisme jurnalistik, serta menanamkan rasa hormat yang mendalam terhadap setiap karya dan perjuangan insan pers dalam menjalankan tugasnya.

DPD SWI OKI pun menyampaikan harapan tulus agar ke depannya seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI dapat bersikap lebih bijak, lebih terbuka, dan lebih peka dalam membangun komunikasi serta menjalin kemitraan yang setara dengan organisasi pers.

Sebab, keselarasan dan kerja sama yang baik antara pers dan pemerintah terbukti mampu melahirkan dampak positif yang nyata bagi kemajuan daerah serta terwujudnya keterbukaan informasi publik yang menjadi hak seluruh warga negara.

Meski sempat menghadapi kekecewaan dan berbagai keterbatasan, DPD SWI OKI menegaskan tetap akan berangkat dan berpartisipasi penuh dalam Musyawarah Nasional II SWI serta peringatan Hari Pers Sedunia 2026.

Langkah ini merupakan bukti nyata dari tekad kuat organisasi untuk terus memperjuangkan peningkatan kualitas profesionalisme, memperkokoh persatuan antarwartawan, serta memastikan pers tetap berdiri tegak sebagai kekuatan yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan demi kepentingan masyarakat luas.

Sikap ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai luhur profesi jurnalistik tidak akan pernah bisa diukur dengan jumlah materi yang diberikan, melainkan dari dedikasi, integritas, dan peran nyata yang terus dihadirkan bagi kemajuan bangsa(*/Tim SWI OKI)