PLN Kawal Tuntas Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Desa Pedamaran, OKI – Wujudkan Amanat Pemerintah untuk Pemerataan Akses Energi

PLN Kawal Tuntas Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan Desa Pedamaran, OKI – Wujudkan Amanat Pemerintah untuk Pemerataan Akses Energi

Spread the love
         
 
  
                 
   

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) gencar mengakselerasi pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, dengan fokus pada kawasan yang belum terjangkau layanan energi.

Pembangunan jaringan listrik di Desa Pedamaran IV, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang dimulai awal tahun ini, menjadi bukti nyata komitmen tersebut, dengan progress pembangunan diperiksa langsung pada hari Sabtu (28/2) oleh sejumlah pemangku kepentingan.

Rombongan yang melakukan tinjauan mencakup General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang, Anggota DPR RI Komisi XII Dewi Yustisiana, S.H., M.Kn, serta Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Supriyanto, S.H. Pembangunan yang berlangsung meliputi jaringan listrik tegangan menengah (JTM) sepanjang 1,62 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2,23 kilometer sirkuit, serta satu gardu distribusi berkapasitas 50 kilo voltampere (kVA). Total panjang jaringan sirkuit yang dibangun mencapai 3,85 kilometer.

Dewi Yustisiana menekankan pentingnya percepatan pembangunan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses listrik yang layak.

“Listrik merupakan kebutuhan vital di era modern ini. Kami terus mendorong percepatan pemerataan akses kelistrikan untuk seluruh masyarakat di Sumatera Selatan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.

Supriyanto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin antara PLN, DPR RI, dan Pemerintah Daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas pembangunan jaringan listrik di wilayah OKI. Kegiatan ini akan memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat yang selama ini belum mendapatkan pasokan listrik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan di Desa Pedamaran IV menjadi tonggak sejarah, mengingat masyarakat setempat telah lama menantikan kedatangan layanan kelistrikan.

banner"300x300"title"300x300"