Palembang, Radar Keadilan – Polda Sumatera Selatan menggerakkan seluruh sistem pemantauan dan penanganan lalu lintas melalui Command Center yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam untuk menjamin kelancaran arus mudik nasional di Jalan Lintas Timur (Jalintim), jalur strategis penghubung wilayah Sumatera.
Pada hari Rabu, 18 Maret 2026, pusat kendali tersebut mendeteksi potensi kepadatan di tiga wilayah sekaligus dan segera koordinasikan pengerahan personel untuk melakukan pengaturan hingga arus lalu lintas kembali lancar.
Sebagai bagian integral dari Operasi Ketupat Musi 2026 yang terintegrasi nasional, Polda Sumsel mengendalikan pengamanan lalu lintas mudik melalui teknologi pemantauan berbasis CCTV dan Google Maps.
Sistem tersebut mendeteksi secara dini setiap indikasi perlambatan arus dan peningkatan volume kendaraan, sehingga tindakan lapangan dapat dieksekusi dengan tepat waktu dan sasaran.
Pada pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat, kepadatan arus dan antrian kendaraan muncul di tiga wilayah utama, yaitu Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Muara Enim.
Pihak berwenang langsung mengkoordinasikan langkah penanganan kepada jajaran Kepolisian Resor (Polres) untuk memperkuat personel dan mengatur aliran lalu lintas di titik-titik krusial.
Pukul 12.30 WIB, panjang antrian kendaraan meningkat di beberapa lokasi.
Di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, panjang antrian mencapai 3,89 kilometer.
Di Betung, Banyuasin, kepadatan terjadi dua arah dengan panjang antrian lebih dari 3 kilometer.








