Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Meskipun Operasi Ketupat sebagai upaya khusus pengamanan masa Lebaran telah resmi ditutup, kesiapsiagaan jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI) tidak sedikitpun menurun dalam menghadapi potensi lonjakan arus balik yang diprediksi memuncak pada akhir pekan.
Langkah strategis diambil dengan tidak membongkar Pos Pelayanan (Posyan) yang sebelumnya didirikan selama operasi khusus tersebut, melainkan mengalihfungsikannya untuk mendukung pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna memastikan situasi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga secara optimal.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya senantiasa mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang sedang kembali ke daerah perantauan.
“Meski Operasi Ketupat telah berakhir, kami tetap melaksanakan KRYD dengan memanfaatkan Posyan yang ada. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kami dalam mengantisipasi puncak arus balik, terutama pada Sabtu dan Minggu,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Radar Keadilan.
Menurut AKBP Eko Rubiyanto, akhir pekan diprediksi menjadi momen puncak arus balik, sehingga kehadiran personel di lapangan masih sangat dibutuhkan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas yang terstruktur, petugas juga memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari bantuan informasi perjalanan, pengamanan di jalur rawan kecelakaan, hingga respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).













