Hanya 15 peserta terbaik yang akan dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif selama kurang lebih tiga minggu, mencakup praktik lapangan di Trikarya sebelum mengikuti uji kompetensi resmi yang diadakan oleh PPSDM Minerba Kementerian ESDM.
Para peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Muba, dengan rincian: Sekayu 18 orang, Sungai Lilin 9 orang, Lais 8 orang, Keluang 7 orang, Lais/Lawang Wetan 3 orang, Babat Toman/Babat Supat 2 orang, serta Bayung Lencir 1 orang.
Perwakilan PPSDM Minerba Kementerian ESDM, Indra Syaputra Lubis, mengingatkan bahwa kompetensi operator alat berat tidak hanya mencakup kemampuan teknis semata, tetapi juga karakter kerja yang kuat.
“Dua kompetensi ini harus seimbang antara teknis dan nonteknis. Karena industri tambang memiliki risiko tinggi, diperlukan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi juga memiliki sikap tanggung jawab, disiplin, dan rasa saling menghargai,” tegas Indra.
Ia mengimbau para peserta untuk memanfaatkan kesempatan berharga ini secara maksimal sebagai bekal memasuki dunia kerja profesional yang semakin selektif.
Kegiatan pembukaan dan seleksi turut dihadiri jajaran Disnakertrans Muba, panitia penyelenggara, perwakilan PPSDM Minerba Kementerian ESDM, serta para peserta calon operator alat berat.
Acara ditutup dengan foto bersama dan pengumandangan semangat: “SDM Unggul Muba, Muba Maju Lebih Cepat!”
Program Keluarga Maju ini diharapkan menjadi sarana efektif peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas dan layak bagi masyarakat Muba.
Dengan sertifikasi resmi dari Kementerian ESDM, para lulusan tidak hanya memiliki keahlian, tetapi juga pengakuan yang membuktikan kualitas dan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. Investasi terbaik adalah investasi pada manusia — dan di Muba, langkah itu telah dimulai hari ini. (*/Desi)







