Ia juga mengakui kendala kekurangan personel, dengan rasio 60% kebutuhan yang belum terpenuhi, mengingat luas wilayah dan beban kerja Babinsa yang masih menangani hingga lima desa.
Letkol Inf Basuki Rahmat, S.Ag., M.P.A., Ketua Tim Pusterad, menekankan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk memperkuat sistem teritorial di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TNI AD dalam menjalankan tugas pokoknya dan mendukung pembangunan nasional,” ujarnya.
Bimtek ini diikuti oleh Dandim 0402/OKI-OI, Kasdim OKI Mayor CKE Jauhari, Danramil, PJU Makodim, dan Babinsa.
Bimtek dari Pusterad kepada Kodim 0402/OKI-OI merupakan langkah strategis TNI AD dalam memperkuat sistem teritorial dan mendukung pembangunan nasional di tengah tantangan karhutla dan kebutuhan akan ketahanan pangan. Keberhasilan program ini akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Sumsel. (*/Red)









