Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Pembangunan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2027 akan mengedepankan tiga pilar utama, yaitu transformasi sosial, pembenahan tata kelola pemerintahan, dan penguatan ekonomi berkelanjutan.
Arah strategis ini disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang diselenggarakan pada Selasa, 31 Maret 2026.
Acara tahunan ini berperan sebagai wadah sinergi antara capaian pembangunan terdahulu, identifikasi tantangan, dan penyusunan strategi ke depan, sekaligus memastikan setiap program yang dirancang mengakar pada kebutuhan aktual masyarakat.
RKPD 2027 merupakan penjabaran tahun ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dokumen perencanaan ini akan menjadi landasan utama dalam menyusun kebijakan anggaran daerah, mulai dari Komunikasi, Konsultasi, dan Koordinasi Anggaran – Prioritas Pembangunan dan Anggaran Strategis (KUA-PPAS) hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
“Pembangunan tidak cukup hanya menunjukkan pertumbuhan angka. Ia harus memberikan perbaikan substansial pada kualitas hidup masyarakat, memperkuat sistem tata kelola, dan memastikan kelangsungan ekonomi yang berdaya saing,” tegas Wakil Bupati OKI, Supriyanto.
Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan menggeser posisi prioritas utama pembangunan.
Pelayanan dasar meliputi pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, pasokan listrik, serta infrastruktur jalan tetap menjadi fondasi yang tidak bisa dikompromikan.
Pada saat yang sama, pemerintah daerah akan memperkuat sektor ekonomi melalui penguatan ketahanan pangan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta program hilirisasi komoditas unggulan.
“Pembangunan harus memberikan dampak nyata yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Tujuan ini hanya dapat tercapai melalui kolaborasi dan sinergi penuh dari semua pihak terkait,” ujarnya.
Evaluasi kinerja pembangunan tahun 2025 menunjukkan tren perkembangan yang stabil.
Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,23 persen, mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya. Angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 11,84 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat di angka 3,12 persen.
Dalam aspek kualitas sumber daya manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,20 poin.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat menjadi Rp62,41 juta per tahun, diiringi penurunan ketimpangan dengan rasio gini sebesar 0,255. Kontribusi ekonomi Kabupaten OKI terhadap Provinsi Sumatera Selatan juga naik menjadi 7,08 persen.
Capaian tersebut menjadi landasan yang kokoh untuk pembangunan ke depan, meskipun tantangan struktural mulai dari penyempurnaan infrastruktur dasar hingga peningkatan daya saing ekonomi masih perlu diatasi secara komprehensif.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) OKI, Aidil Azwar, menjelaskan bahwa tema pembangunan 2027 dirumuskan untuk menjawab tantangan tersebut melalui tiga jalur implementasi utama.
Pertama, transformasi sosial dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan kesehatan, termasuk perlindungan khusus bagi perempuan dan anak serta penguatan peran pemuda dalam pembangunan.









