Strategi tersebut mencakup pemantauan harga dan stok secara berkala, pengamanan pasokan, penggerakan program penanaman, pelaksanaan operasi pasar murah, pengawasan dan pemeriksaan langsung ke pasar, optimalisasi kerja sama antardaerah, pemberian subsidi biaya transportasi, hingga pemanfaatan Belanja Tak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan kesiapannya untuk mempercepat pelaksanaan seluruh kebijakan tersebut guna merespons secara cepat setiap gejolak harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi harus dilaksanakan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait diminta bergerak aktif dan bersinergi agar stabilitas harga terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman,” tegas Ir. Erwin Ibrahim dalam paparannya.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjamin ketersediaan stok bahan pokok, kelancaran jalur distribusi, serta keberhasilan pelaksanaan operasi pasar di seluruh wilayah kabupaten.

Langkah konkret ini menjadi bukti nyata upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan memastikan kesejahteraan masyarakat Banyuasin tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar nasional. (*/Sangkut)










