“Membangun budaya pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjamin masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan bahwa seminar ini menghadirkan materi komprehensif, mulai dari teknik pemilahan sampah yang benar, pengolahan limbah organik menjadi kompos berkualitas, hingga cara membudidayakan maggot sebagai solusi pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi tinggi.
Selain sesi penyuluhan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih lingkungan sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap alam.
Program ini mendapat dukungan aktif dari berbagai perusahaan dan pelaku usaha yang berkomitmen mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten OKI.
Muktaqid menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat serta mengoptimalkan peran bank sampah sebagai lembaga perantara ekonomi berbasis lingkungan.
“Dengan pengelolaan yang tepat, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan. Di sisi lain, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian kinerja lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Melalui pendekatan ini, diharapkan pola pikir dan kebiasaan baru terbentuk secara bertahap.
Mengelola sampah dari sumber bukan hanya solusi jangka panjang mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Ogan Komering Ilir. (*/Heri)




