Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Mengubah pandangan bahwa sampah bukan sekadar beban lingkungan, melainkan sumber daya bernilai ekonomi, menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI pada Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat lagi dipandang secara sempit.
Seiring meningkatnya volume limbah rumah tangga dan aktivitas ekonomi, pengelolaan yang tepat mampu mengubah tantangan menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pendorong kesadaran kolektif. Mari kita lihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan aset yang memiliki nilai guna dan nilai jual jika dikelola dengan benar,” ujar Supriyanto saat membuka acara.
Ia menyampaikan bahwa berbagai praktik di lapangan telah membuktikan efektivitas konsep tersebut.
Bank sampah, pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, pembudidayaan maggot, hingga pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan warga.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan langkah sederhana namun berdampak luas: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha, serta mendukung pengembangan sistem ekonomi sirkular di wilayah setempat.







