Sesi ini direncanakan menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, M.Si., Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., serta Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Turut hadir pula Ketua Dewan Pakar SWI Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A., dan perwakilan aktivis lingkungan generasi Z, dengan Sekretaris Jenderal SWI bertindak sebagai moderator.
Diskusi ini ditujukan untuk memperkuat dukungan terhadap target nasional penghentian sistem pembuangan terbuka atau open dumping pada tahun 2026.
“Setelah pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat SWI, kami langsung lanjutkan dengan dialog strategis ini. Kami ingin gagasan yang disampaikan langsung terhubung dengan langkah yang bisa dijalankan masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Toto.
Menutup rangkaian acara, panitia menyiapkan pertunjukan seni budaya dan hiburan yang mengangkat tema lingkungan, meliputi musikalisasi puisi, peragaan busana kebaya bernuansa pelestarian alam, penampilan grup musik, dan tarian tradisional.
Rapat persiapan teknis dipimpin langsung oleh Ketua Umum SWI Iskandar, S.Sos., dan dihadiri Sekretaris Jenderal Herry Budiman, Bendahara Umum Anwar Nurdin, S.H., M.H., CLA., CPM., CBC., Ketua Dewan Etik Eddie Karsito, serta jajaran pengurus bidang lainnya meliputi Riki, Hendra Gunawan, Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes., Arif Ramdhani, I Gusti Made Ardikabudi, S.E., dan Joko Iskandar.
SWI Green Impact 2026 bukan sekadar perhelatan, melainkan tonggak awal perubahan pola pikir bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban, melainkan pintu kemajuan ekonomi bagi seluruh bangsa.
Melalui gerakan ini, SWI mengajak seluruh elemen masyarakat melangkah bersama, dari sekadar berbicara di podium hingga mewujudkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
RILIS 002/HUM-DPP/SWI/7/VII/2026












