Selain pengurangan emisi, Taiwan juga memperkuat fondasi ekonomi sirkular melalui revisi Undang-Undang Promosi Sirkularitas Sumber Daya dan Undang-Undang Pengelolaan Limbah pada tahun 2026. Pendekatan ini mengubah pola pengelolaan limbah dari penanganan di tahap akhir menjadi pengelolaan menyeluruh di sepanjang siklus hidup produk. Delapan bidang prioritas telah ditetapkan, mencakup pangan, plastik, tekstil, kesehatan, konstruksi, elektronik, sumber daya anorganik, dan industri sirkular. Saat ini, 69 perusahaan terbuka telah bergerak di sektor ini dengan total pendapatan tahunan melampaui NT$1 triliun.
Dalam aspek adaptasi iklim, Taiwan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko suhu ekstrem. Skenario gelombang panas hingga 40 derajat Celcius kini digunakan sebagai dasar penyusunan strategi lintas sektor, mencakup kesehatan masyarakat, ketahanan energi, transportasi, serta perlindungan kelompok rentan. Presiden Lai Ching-te juga telah membentuk Komite Promosi Hutan Perkotaan tingkat nasional, yang memanfaatkan teknologi canggih seperti LiDAR dan digital twin untuk mengidentifikasi titik rawan panas dan merencanakan penanaman ruang terbuka hijau secara tepat sasaran.
Transisi menuju emisi nol bersih juga dijalankan dengan semangat keadilan. Taiwan menempatkan prinsip tidak meninggalkan siapa pun di belakang sebagai landasan utama melalui Undang-Undang Respons Perubahan Iklim. Konsultasi luas dengan pemangku kepentingan dari berbagai sektor telah dilakukan, sementara Dana Pengelolaan Gas Rumah Kaca dialokasikan pula untuk mendukung pekerja, usaha mikro, kecil dan menengah, serta komunitas yang terdampak perubahan pola pembangunan.
Taiwan juga terus membuka diri terhadap kerja sama internasional. Kerja sama dengan Paraguay melalui nota kesepahaman di bidang iklim telah menghasilkan 12 rencana aksi nyata yang mencakup berbagi teknologi, peningkatan kapasitas, serta pertukaran pengalaman ekonomi sirkular. Taiwan berharap dapat berpartisipasi secara bermakna dalam upaya tata kelola iklim global, karena penanganan perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas kedaulatan negara.
Taiwan siap bersinergi dengan berbagai bangsa dan masyarakat dunia, mengubah komitmen menjadi aksi nyata, dan bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan bebas emisi bagi generasi mendatang.
Sumber: HMS Teto








