Warga juga diajak untuk menjadi mata dan telinga di lingkungannya, serta segera melaporkan setiap temuan titik api atau tanda-tanda potensi kebakaran kepada pihak berwenang tanpa menunda.
Selain penyampaian materi edukatif, pertemuan tatap muka ini mempererat hubungan silaturahmi antara institusi pertahanan dengan warga di lapangan.
Komunikasi yang terjalin memungkinkan tim memahami langsung kondisi wilayah, pola aktivitas masyarakat, serta titik-titik yang berpotensi rawan terbakar, sehingga langkah pencegahan dapat disusun lebih tepat sasaran dan efektif.
Sinergi lintas pihak terus diperkuat. TNI bergerak berdampingan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta segenap elemen masyarakat untuk membangun jaring pengaman lingkungan yang kokoh dari hulu hingga hilir.
Harapannya, kesadaran yang tumbuh luas di tengah masyarakat menjadi pertahanan terkuat dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan, melindungi kualitas udara, serta menjadikan wilayah Ogan Komering Ilir aman, sehat, dan lestari bagi generasi kini maupun mendatang. (*/Pendim0402-OKI,OI/HS)





