Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Pemuda Ekonomi Hijau Indonesia, Agi Diantoro, memaparkan sejumlah strategi yang dikembangkan untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan gambut.
Salah satu program unggulannya adalah penanaman bambu jenis betung di wilayah OKI.
“Penanaman bambu betung di lahan gambut diharapkan menjadi alternatif pemanfaatan yang produktif sekaligus berkelanjutan. Keterlibatan pemuda desa menjadi kunci dalam pelaksanaannya — mulai dari penanaman, perawatan, hingga pengembangan nilai ekonominya. Dengan demikian, lahan gambut tidak hanya terjaga dari ancaman kebakaran, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat,” jelas Agi Diantoro.
Melalui uji adaptasi ini, diharapkan lahir model pengelolaan lahan gambut yang mampu menyatukan tiga tujuan utama: pelestarian lingkungan hidup, pencegahan kebakaran lahan, serta peningkatan taraf hidup masyarakat.
Keterlibatan aktif warga, khususnya pemuda, menjadi penjamin agar setiap langkah pengelolaan berjalan beriringan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kelestarian gambut dan kesejahteraan masyarakat bukanlah dua hal yang saling bertentangan — keduanya tumbuh bersama ketika dikelola dengan bijaksana. (**)




