“Kami dari insan pers Kabupaten PALI turut prihatin dan ikut merasakan apa yang dialami oleh rekan-rekan jurnalis beserta keluarga. Semoga proses pencarian berjalan lancar, diberikan kemudahan oleh Allah SWT, dan kelima rekan kita segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Joko.
Menurut Joko, aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa keselamatan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik adalah kepedulian bersama, bukan sekadar urusan pribadi atau satu lembaga saja.
Penggagas kegiatan, Efran, menjelaskan bahwa aksi ini digelar dengan sederhana namun penuh ketulusan.
Meski pemberitaan nasional menyebutkan bahwa pencarian resmi telah dihentikan pada hari ke-10, harapan belum tentu ikut berhenti.
“Meskipun kemarin kita melihat berita nasional bahwa pencarian pada hari ke-10 dihentikan, kita tetap berdoa untuk kembalinya rekan-rekan kita yang hilang saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau. Kita berharap masih ada kabar baik dan mereka bisa kembali dalam keadaan selamat,” tegas Efran.
Ia menambahkan, doa bersama ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar dan dukungan moril yang nyata dari sesama wartawan kepada rekan-rekan yang sedang berada dalam situasi paling sulit.
“Kita berkumpul bukan hanya sebagai sesama profesi, tetapi sebagai keluarga besar insan pers. Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan terkabul, supaya teman-teman kita bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Doa ini juga menjadi penguat bagi keluarga yang masih menunggu kabar,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan harapan yang tak kunjung padam: semoga upaya pencarian dan penanganan terhadap kelima jurnalis tersebut menemui titik terang, dan semoga mereka kembali dipeluk keluarga dalam keadaan selamat. Di mana pun mereka berada, doa rekan-rekan sejawat selalu menyertai. (*/Nanda)








