Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir belum mereda.
Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap karhutla di seluruh Sumatera Selatan, Polres OKI bergerak memperkuat patroli, deteksi dini, dan penanganan cepat titik api secara terpadu bersama tim gabungan di wilayah rawan.
Data resmi dari Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan yang diperbarui pada 21 September 2026 pukul 05.00 WIB mencatat sebanyak 759 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera Selatan.
Jumlah tersebut terdiri dari 251 titik di lahan mineral dan 508 titik di kawasan gambut — angka yang mengindikasikan tekanan kebakaran tetap tinggi, terutama di wilayah berbasis gambut seperti OKI.
Menghadapi risiko tersebut, Polres OKI bersama Satgas Aman Nusa II, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Manggala Agni, jajaran TNI, dan unsur masyarakat mengintensifkan patroli berkelanjutan di kawasan-kawasan yang dinilai paling rawan.
Pemantauan kondisi lahan, edukasi pencegahan kepada warga, serta pemadaman dini setiap titik api yang ditemukan menjadi prioritas utama untuk menahan kebakaran agar tidak meluas dan merugikan.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak dapat diandalkan hanya pada aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.









