
Sementara itu, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto menjelaskan bahwa forum ini mengangkat tema pengelolaan sawit yang berkelanjutan dengan tetap mengacu pada regulasi pemerintah.
Selain diskusi panel, kegiatan juga dimeriahkan dengan seminar dan pameran produk unggulan.
Alex juga menyoroti dinamika pasar saat ini, di mana kenaikan harga komoditas belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha akibat tingginya biaya operasional.
“Harga sawit memang naik, tapi biaya produksi juga melonjak. Harga pupuk naik hampir 30 persen dan biaya distribusi juga meningkat, sehingga margin usaha relatif tetap. Kondisi global juga turut memengaruhi arus distribusi,” paparnya.
Diketahui, luas perkebunan sawit di Sumatera Selatan saat ini mencapai sekitar 1,3 juta hektare dengan produksi CPO mencapai 4 juta ton per tahun.
Melalui percepatan replanting dan penyelesaian berbagai kendala teknis serta perizinan, potensi produksi diproyeksikan dapat meningkat signifikan hingga 6 hingga 7 juta ton per tahun ke depannya. (*/Andrian)













