Sebagai tindak lanjut, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., memimpin langsung Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan bahwa data prakiraan cuaca tersebut harus menjadi dasar utama dalam penyusunan strategi penanganan, guna mencegah terulangnya dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan perekonomian akibat bencana asap.
“Pencegahan adalah langkah paling efektif dan efisien. Saya mendorong seluruh aparat hingga tingkat desa untuk secara masif membangun kesadaran kolektif, agar praktik pembakaran lahan tidak lagi menjadi budaya atau kebiasaan,” tegas Herman Deru.

Upaya preventif ini dilakukan untuk memastikan wilayah Banyuasin dan sekitarnya tetap aman dan terkendali, serta menjamin kenyamanan dan kesehatan masyarakat umum di tengah tantangan perubahan iklim yang signifikan. (*/Sangkut)





