Di samping berdoa memohon hujan, Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari pemimpin, tokoh agama, hingga warga biasa—untuk saling mengingatkan dan menjauhi praktik pembukaan lahan dengan api.
“Mari kita jaga hutan dan lingkungan kita. Jangan membakar lahan, dan jangan pula mengajak atau menyuruh orang lain melakukannya. Karena kerusakan akibat kebakaran tidak hanya merusak hutan dan lahan semata, tetapi juga merusak udara yang kita hirup bersama—membawa dampak buruk bagi kesehatan seluruh warga,” tegasnya.
“Mari kita jaga Kabupaten OKU agar tetap terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, sehingga kualitas udara tetap bersih, sehat, dan lingkungan tetap lestari bagi kita semua maupun generasi mendatang,” tambah Bupati.
Kegiatan sholat istisqa’ diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang melimpah, mengembalikan kesuburan tanah, serta menjauhkan daerah ini dari marabahaya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.
Langkah ini menjadi bukti nyata kesatuan tekad antara pemerintah, lembaga keagamaan, serta masyarakat luas: berdoa bersama, bekerja sama, dan saling mengingatkan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. (*/Untung)









